Pilih dan Rawat Pakaian untuk Selamatkan Lingkungan

Mungkin masih banyak dari anda yang belum menyadari—bahkan tidak menyangka—hal seperti 'pakaian' ternyata memiliki andil besar terhadap pencemaran lingkungan. Fast fashion atau produksi pakaian secara masal dan terus-menerus, akhir-akhir ini kerap dilakukan sejumlah industri fesyen demi mengejar tren.

Kondisi tersebut yang menyebabkan industri ini menjadi industri nomor dua yang paling mencemari lingkungan setelah minyak.


Tujuh puluh empat tahun sudah Indonesia merdeka, penjajahan bukan lagi persoalan, namun semangat juang harus tetap dipelihara. Semangat mempertahankan dan melanjutkan cita-cita perjuangan para pahlawan yang ingin bangsa Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat di mata dunia.

Tak hanya selebriti, sejumlah desainer—salah satunya Stella McCartney—dan rumah mode pun sadar dan langsung melakukan tindakan dengan mulai menerapkan konsep fesyen berkelanjutan atau sustainable fashion di mana bahan dan proses produksi, hingga perawatan pakaian dilakukan secara tepat demi menjaga kelestarian alam.


Berikut beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mendukung konsep berkelanjutan dalam dunia fesyen.

1. Mengelompokkan pakaian sebelum dicuci

Perawatan yang tepat tentu membuat pakaian lebih awet dan tidak mengharuskan orang membeli baju baru. Maka dari itu penting untuk memperhatikan label pada busana yang biasanya tertera cara perawatan seperti dicuci dengan tangan atau mesin cuci, cara penjemuran hingga penyetrikaan.


2. Pertimbangkan 'masa hidup' baju

Sebuah riset dari sebuah badan amal Barnardos menemukan wanita mengenakan busana rata-rata tujuh kali sebelum akhirnya dibuang. Ini jadi kebiasaan yang makin menyuburkan praktik fast fashion.

3. Permak Penjual jasa permak masih bisa banyak anda temui di pasar atau mungkin sekitar rumah anda. Kerusakan kecil pada pakaian ada baiknya dipermak saja, selain menghemat karena tidak membeli pakaian baru, anda juga sudah berpartisipasi dalam mengurangi pencemaran lingkungan.


4. Jangan terlalu sering dicuci

Mengutip Metro, rata-rata rumah tangga menghabiskan 13.500 galon air per tahun untuk 'menghidupi' mesin cuci. Jika aktivitas mencuci sangat diperlukan, McCartney merekomendasikan mencuci dengan air temperatur rendah dan menggunakan detergen cair.

5. Pilih kualitas dibanding kuantitas

Menyoal kelestarian lingkungan berarti menyoal keawetan atau ketahanan busana. Sebuah keputusan tepat bila berinvestasi pada produk yang berkualitas tinggi sehingga menawarkan keawetan hingga waktu tahunan. Harga mungkin lebih mahal namun ini jauh lebih baik ketimbang membeli baju kualitas rendah berulang kali.

Kesadaran lingkungan merupakan perhatian utama bagi PT Conbloc Internusa sejak 1974. Bersama Flexitile™ kami memproduksi material yang mudah dalam pemasangan, bahan yang kuat dan tahan lama yang menjadikan produk kami sebagai material yang cocok bagi anda yang peduli lingkungan.




Jl. Kedoya Angsana Raya Blok 2 No. 2 DKI Jakarta 11520

021 580 3043