Yang Harus Diperhatikan saat Memasang Paving Block

Paving block adalah bahan perkerasan multifungsi yang dapat digunakan untuk teras, trotoar, real estate, dan masih banyak lagi. Paving block juga tersedia dalam berbagai warna, bentuk dan ukuran, sehingga Anda tertarik untuk menemukan opsi yang mampu melengkapi ruang lanskap Anda. Hal terbaik tentang paving block adalah cara pemasangan yang cukup mudah.

Pemasangan paving block

Meski proses pemasangannya cukup sederhana, penting untuk dipikirkan bagaimana cara melakukannya dengan benar sehingga Anda bisa mendapatkan perkerasan paving block yang stabil, kuat, dan tahan lama serta akan bertahan selama bertahun-tahun. Pun jika anda memakai jasa pasang paving block, anda harus cermati dan awasi pemasangannya.


Contoh 3 (tiga) pola pemasangan untuk jenis paving block biasa

Artikel ini dibuat dengan tujuan memberi masukan cara pasang paving block yang baik dan sesuai standar sehingga kerusakan akibat kesalahan dalam pemasangan paving block dapat diminimalisir, kemudian dalam pemakaian pola dan pemilihan jenis paving block juga bisa mencapai konstruksi perkerasan paving block yang ideal, kuat, dan tahan lama.

Konstruksi pemasangan paving block

Konstruksi Pemasangan Paving Block

Komponen

1. Kanstein

2. Paving block

3. Sand Bedding

4. Joint Filler


Tahap Pemasangan Paving Block

1. Pemasangan Kanstein

2. Penggelaran pasir untuk sand bedding

3. Pemasangan & pemotongan paving block

4. Pemasangan joint filler dan pemadatan


Kanstein

Fungsi kanstein adalah sebagai penahan gaya geser yang terjadi akibat kendaraan yang melintas di atas paving block. Maka dari itu, penting untuk diketahui pemasangan yang tepat karena ini sangat menentukan kuat atau tidaknya konstruksi paving block.

Pasir Alas/Sand Bedding

Fungsi dari Pasir Alas adalah sebagai lantai kerja dari paving block dan juga untuk membantu interlocking serta memudahkan pelaksanaan, khususnya pemasangan paving block. Di beberapa kasus ada permintaan lain pasir alas biasanya digantikan dengan material abu batu.


Pasir alas harus memenuhi persyaratan gradasi sbb :

Sieve size (%) passing

9.52 mm 100

4.75 mm 95 - 100

2.36 mm 85 - 100

1.18 mm 50 - 85

Microns 25 – 60

300 Microns 10 - 30

150 microns 5- 15

75 microns 0- 10


Joint Filler/Pasir Pengisi (nat)

Fungsi Joint Filler ialah untuk membuat kekedapan air pada joint di antara paving block dan mengindari terjadinya benturan yang mengakibatkan patahnya/terkikisnya paving block.

Pasir pengisi /filler hrs memenuhi persyaratan gradasi sbb :

Sieve size (%) passing

2.0 mm 100

1.0 mm 85 - 99

0.5 mm 55 - 100

0.063 mm 0 – 2


Untuk memenuhi gradasi diatas pasir untuk Filler harus diayak.

Teknik Pemasangan Paving Block

1. Pemasangan Kanstein

Dalam pemasangan paving block hal yang pertama dilakukan adalah memasang kanstein. Kanstein yang kuat tak lepas dari peranan back up concrete atau beton penyokong. Seperti namanya, fungsi dari beton ini adalah untuk menyokong kanstein menahan gaya yang ditimbulkan oleh kendaraan yang melintas. Gambar di bawah menunjukkan dimensi beton yang benar untuk setiap kanstein.


Apabila tidak sesuai instruksi anjuran kami, kanstein tidak akan mampu menahan beban kendaraan/objek yang melintas, sehingga paving block-nya pun lambat laun akan ikut terburai.

2. Pembentangan Pasir/ Abu Batu

Ada 2(dua) cara dalam melakukan tahap ini.


a. Pre-Compacted

Pasir digelar kemudian dipadatkan dengan Stamper plat setelah distamper kemudian dilakukan teknik penjidaran. Dengan cara ini hasil jidar akan lebih mendekati ketebalan yg diinginkan dengan kondisi yang sudah padat.


b. Uncompacted

Pasir dibentangkan / digelar, kemudian langsung dijidar tanpa dipadatkan terlebih dahulu. Hasil jidaran masih belum padat dan akan dipadatkan bersamaan dengan pemadatan paving. Untuk mendapatkan ketebalan hasil akhir perlu dilakukan trial and error, agar mendapatkan acuan berapa angka kepadatannya setelah di-stamper.

Kelebihan dan kekurangan pembentangan sand bedding antara Pre-compacted dan uncompacted

Kelebihan Pre-Compacted:

· Setelah pasir dipadatkan kemudian dijidar akan didapatkan angka yang optimal tehadap ketebalan dari sand bedding.

Kekurangan Pre-Compacted:

· Pelaksanaan penjidaran lebih berat, perlu lebih dari 1 orang untuk pelaksanaannya.

· Dianggap kurang ekonomis karena memrlukan alat compactor yang lebih lama.


Kelebihan unCompacted

· Pelaksanaan penjidaran lebih ringan sebab dapat dikerjakan oleh 1(satu) orang saja.

· Bagi pelaksana / kontraktor cara ini dianggap lebih ekonomis karena menghemat sewa alat pemadat.

Penjidaran yang dilakukan dengan cara sederhana

Kekurangan unCmpacted

· Pada saat pembentangan pasir harus diperhitungkan penurunan yang dilakukan untuk pemadatan demi menentukan ketepatan tingkat ketebalan sand bedding, dan ini memerlukan trial and error untuk menentukannya.


3. Pemasangan Paving Block

Pemasangan harus dilakukan dengan tepat, pun jika anda memakai jasa pasang paving block anda juga harus memperhatikan segala tahap di atas termasuk yang berikut.


Cara pasang paving block yang kurang tepat

Gambar di atas menunjukkan cara pasang paving block yang salah karena peletakan paving block yang dilakukan masih ada jarak/ruang dengan paving block lainnya apabila hal ini dilakukan sand bedding akan mengisi ruang antara paving block sehingga kekuatan konstuksi menjadi tidak sekuat yang semestinya.


Di bawah adalah pemasangan yang benar. Pertama tempel antara sisi paving block satu dengan yang lainnya barulah letakkan paving block tersebut secara tegak lurus sehingga tidak ada ruang di antara paving block yang terpasang.

Cara pasang paving block yang benar.

Teknik pasang paving block yang berpola herringbone

Teknik pemotongan

Pemotongan paving block bisa menggunakan alat berikut:

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemotongan paving block:

1. Hasil potongan harus lebih besar atau sama dengan besaran ukuran halfblock / veta / setengah dari ukuran paving block

2. Hasil pemotongan harus tersisa 3 (tiga) sisi yang utuh.

Pemotongan paving block

Hal ini membawa kita kembali ke tahapan pemasangan paving block. Pada saat pemasangan, perlu dipikirkan pula potongan-potongan yang akan mengisi ruang sisa di area tepi sehingga pemotongan pun dapat dilakukan dengan tepat.



4. PENGISIAN JOINT FILLER DAN PEMADATAN

Setelah paving block terpasang, dilanjutkan dengan penge-nat-an lalu diisi pasir / sand bedding / abu batu sebagai joint filler setelah itu dilakukan pemadatan menggunakan stamper plate setelah itu pengisian ulang filler kemudian di stamper kembali setiap pemadatan dilakukan 2 x lintasan.


Proses penghamparan pasir untuk filler

4. Stamper

Proses stamper untuk pemadatan paving block

Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Jl. Kedoya Angsana Raya Blok 2 No. 2 DKI Jakarta 11520

021 580 3043