Mengenal Guiding Block, Solusi Inklusif untuk Aksesibilitas Publik

Ketika jalan kaki di trotoar, stasiun, terminal, bandara, atau di fasilitas umum lainnya, kamu pasti pernah melihat jalur khusus yang berwarna kontras (biasanya kuning). Jalur ini akan kamu kenal dengan nama jalur pemandu dalam bahasa Indonesia. Guiding block adalah namanya dalam bahasa Inggris.
Menurut Cambridge Dictionary, guiding adalah panduan untuk membawa seseorang ke suatu tempat.[1] Artinya tidak jauh berbeda untuk guiding block. Fungsi utamanya adalah sebagai petunjuk arah, terutama untuk tunanetra dan pemilik low vision. Jadi, mereka tahu kapan harus lurus, belok, atau berhenti.
Inilah kenapa jalur pemandu penting untuk fasilitas publik, yaitu sebagai solusi inklusivitas yang mendukung aksesibilitas dan keselamatan tunanetra.
Standar Nasional Indonesia (SNI) Jalur Pemandu
Sumber: Freepik/@freepik
Jika sudah tahu apa itu guiding block dan fungsinya, kamu juga wajib tahu bagaimana acuan standarnya. Sama seperti hampir semua material bangunan lainnya, standar jalur pemandu mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Lebih tepatnya yaitu SNI 8160:2015.[2]
Ada beberapa alasan kenapa kamu harus memilih guiding block untuk tunanetra yang sesuai dengan SNI, yaitu:
Ukuran, Tekstur, dan Warna Paling Ideal
Alasan pertama adalah karena ukuran guiding block, tekstur, dan warna yang sesuai dengan SNI merupakan opsi paling ideal.
Secara garis besar, aturannya adalah:
- Ukuran: 300×300 mm atau 400×400 mm
- Tekstur: Pola garis-garis atau pola titik-titik
- Warna: kontras
Material yang Awet dan Tahan Cuaca
Selain mengikuti aturan mengenai ukuran, tekstur, dan warna, kamu juga perlu memilih jalur pemandu yang awet dan tahan lama. Hal ini mengingat fungsinya yang esensial, khususnya bagi tunanetra agar mereka bisa berjalan tanpa hambatan yang berarti.
Tips Memilih Jalur Pemandu
Sumber: Freepik/@freepik
Agar kamu memilih jalur pemandu terbaik, pastikan untuk mengikuti tips-tips di bawah ini!
1. Kenali Area Penggunaan
Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengenali area penggunaan. Apakah kamu akan memasang jalur pemandu di trotoar, stasiun, halte, mall, bandara, atau tempat lainnya. Pasalnya, kebutuhan kamu bisa saja berbeda. Terutama soal jumlah dan jenis materialnya.
2. Perhatikan Jenis Pola
Jika kamu bertanya-tanya tentang bagaimana bentuk guiding block, bentuknya adalah persegi. Tidak jauh berbeda dengan paving block jalan yang lain. Hal yang membedakannya hanya pola di atasnya.
Lalu, ada berapa pola pada guiding block? Totalnya ada dua. Ada yang memiliki pola garis-garis dan pola titik-titik. Keduanya punya arti yang berbeda. Untuk jalur lurus, gunakan pola garis-garis. Sedangkan untuk jalur berbelok dan tanda berhenti, pakai pola titik-titik.
Kesalahan pemilihan bisa saja menimbulkan kecelakaan, terutama bagi para tunanetra. Karena itu, jangan sampai salah saat memilih polanya.
3. Pilih Material yang Tahan Lama
Seperti apa yang sudah disinggung di atas, ada beberapa pilihan material untuk jalur pemandu, termasuk beton, keramik, dan karet. Jadi, jangan lupa untuk memilih material yang paling tahan lama.
Jika untuk jalanan outdoor, kamu dapat memilih material beton karena lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. Namun untuk jalanan indoor, material keramik dan karet juga bisa jadi pilihan alternatif.
4. Pastikan Warna Kontras
Pada dasarnya, ada beberapa pilihan warna jalur pemandu bisa kamu temukan di pemandu. Jadi, bukan hanya warna kuning saja. Ada juga yang berwarna merah, abu, hitam, putih, hijau, hingga multicolor.
Hanya saja, meskipun pilihan warnanya banyak, kamu tetap wajib memilih warna yang kontras dengan warna jalanan secara keseluruhan. Tujuannya untuk membantu navigasi pengguna low vision agar mereka bisa tetap berjalan dengan baik.
5. Periksa Ketahanan terhadap Licin, Terutama di Area Outdoor
Sifat antiselip jalur pemandu juga wajib kamu periksa. Hal ini untuk alasan keamanan. Semakin tahan terhadap licin maka akan semakin baik. Khususnya jika kamu berencana untuk memasangnya di area outdoor dan sering dilewati oleh banyak orang.
6. Sesuaikan dengan Standar Lebar Jalur Pemandu
Seperti apa yang sudah disinggung di atas, SNI sudah mengatur standar lebar jalur pemandu. Karena itu, jangan lupa untuk menyesuaikannya, yaitu 300×300 mm atau 400×400 mm. Sesuaikan juga dengan lebar jalan secara keseluruhan. Jangan sampai jalan terlalu sempit karena bisa berbahaya.
7. Pertimbangkan Biaya Pemasangan dan Perawatan
Terakhir, jangan lupa untuk mempertimbangkan total biaya pemasangan dan perawatan. Jika memungkinan, pilih jalur pemandu yang mudah dipasang dan mudah dirawat.
Pasalnya, semakin cepat proses pemasangan, semakin murah pula biaya yang harus kamu keluarkan untuk tenaga kerja. Hal yang sama juga berlaku untuk perawatan. Semakin low maintenance, maka akan semakin murah pula total biaya perawatannya.
Mengingat guiding block adalah jalur yang esensial untuk aksesibilitas publik, kamu harus memilih yang terbaik. Guiding Block Dot dan Guiding Block Stripe dari Conbloc bisa jadi solusinya. Hal ini karena kualitasnya yang jempolan, tahan lama, antiselip, dan sesuai SNI. Jadi, ayo hubungi kami sekarang juga!